Pengertian/Ikhtisar: Apa Itu Strategi “Desain Sekali, Jual Berkali-kali” dalam Konteks Template Digital?
Strategi “Desain Sekali, Jual Berkali-kali” adalah inti dari model bisnis produk digital yang memanfaatkan prinsip leverage. Alih-alih menukarkan waktu Anda secara langsung dengan uang melalui layanan desain kustom (yang terbatas oleh jam kerja Anda), Anda menginvestasikan waktu dan keahlian untuk membuat sebuah aset digital yang dapat direplikasi dan dijual tanpa batas.
Dalam konteks template digital, aset ini adalah sebuah template—sebuah kerangka atau format pra-desain yang dapat diedit dan digunakan oleh orang lain untuk tujuan mereka sendiri. Contohnya sangat beragam:
- Template Media Sosial: Desain siap pakai untuk postingan Instagram, cerita, pin Pinterest, atau banner YouTube yang membantu bisnis dan influencer menjaga konsistensi visual.
- Template Presentasi: Slide PowerPoint, Google Slides, atau Keynote yang dirancang secara profesional untuk rapat bisnis, webinar, atau kuliah.
- Template Website/Landing Page: Kerangka desain untuk platform seperti WordPress (dengan Elementor/Divi), Squarespace, atau Showit yang memudahkan non-desainer membangun kehadiran online.
- Template Perencanaan Digital: Planner, jurnal, atau pelacak yang bisa digunakan di aplikasi seperti Notion, Goodnotes, atau sebagai file PDF yang dapat dicetak.
- Template Resume/CV: Desain profesional yang membantu pencari kerja menonjol.
- Template E-book/Lead Magnet: Format siap pakai untuk membuat buku elektronik atau materi promosi lainnya.
- Template Kartu Nama/Undangan: Desain yang mudah diedit untuk kebutuhan personal maupun bisnis.
Kekuatan utama dari strategi ini terletak pada eliminasi batas waktu dan fisik. Setelah template selesai dibuat, biaya produksi tambahan untuk setiap penjualan adalah nol. Ini berarti potensi keuntungan sangat besar, dan Anda tidak perlu lagi “bekerja” untuk setiap penjualan yang terjadi. Template Anda bekerja untuk Anda, bahkan saat Anda tidur.
“Strategi ‘Desain Sekali, Jual Berkali-kali’ mengubah waktu menjadi aset yang berlipat ganda, bukan sekadar komoditas yang ditukarkan.”
Manfaat/Keunggulan Menjual Template Digital
Ada banyak alasan mengapa menjual template digital menjadi pilihan menarik bagi banyak kreator. Manfaatnya tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga memberikan kebebasan dan fleksibilitas yang jarang ditemukan dalam model bisnis tradisional.
1. Potensi Penghasilan Pasif yang Signifikan
Ini adalah daya tarik utama. Setelah template Anda diunggah dan siap dijual, ia dapat terus menghasilkan uang tanpa intervensi konstan dari Anda. Anda bisa mendapatkan penjualan saat Anda bepergian, saat Anda tidur, atau saat Anda mengerjakan proyek lain. Ini memungkinkan Anda membangun aliran pendapatan yang stabil dan berulang.
2. Skalabilitas Tanpa Batas
Tidak seperti produk fisik yang membutuhkan inventaris, pengiriman, dan manajemen logistik, template digital tidak memiliki batasan tersebut. Anda bisa menjual satu, seratus, seribu, atau bahkan jutaan kopi template yang sama tanpa biaya produksi tambahan yang signifikan. Ini berarti bisnis Anda bisa tumbuh secara eksponensial.
3. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi
Bisnis template digital dapat dijalankan dari mana saja dengan koneksi internet. Anda menentukan jam kerja Anda sendiri, memilih proyek yang ingin Anda kerjakan, dan memiliki kebebasan untuk mengatur jadwal Anda. Ini sangat ideal bagi mereka yang menginginkan gaya hidup digital nomad atau sekadar ingin lebih banyak waktu untuk keluarga dan hobi.
4. Biaya Awal yang Rendah
Memulai bisnis template digital tidak memerlukan modal besar. Anda mungkin hanya membutuhkan perangkat lunak desain (banyak yang gratis atau berbiaya rendah seperti Canva atau Figma), koneksi internet, dan platform penjualan (banyak yang menawarkan opsi gratis atau berbasis komisi). Ini membuatnya sangat mudah diakses bagi siapa saja yang ingin memulai.
5. Membangun Otoritas dan Brand Pribadi
Dengan secara konsisten menciptakan template berkualitas tinggi, Anda membangun reputasi sebagai ahli di bidang desain atau niche tertentu. Ini tidak hanya menarik lebih banyak pelanggan tetapi juga membuka pintu untuk peluang lain seperti kolaborasi, kursus, atau layanan konsultasi.
6. Menjangkau Pasar Global
Internet menghilangkan batasan geografis. Template Anda dapat dibeli oleh siapa saja, di mana saja di dunia, selama mereka memiliki akses internet. Ini secara drastis memperluas jangkauan pasar Anda dibandingkan dengan bisnis lokal.
7. Proses Otomatisasi yang Tinggi
Sebagian besar platform penjualan template digital menangani proses pembayaran, pengiriman file, dan bahkan sebagian dukungan pelanggan secara otomatis. Ini membebaskan waktu Anda untuk fokus pada pembuatan produk baru atau pemasaran.
Langkah-langkah / Cara Menerapkan Strategi Jualan Template Digital
Menerapkan strategi “Desain Sekali, Jual Berkali-kali” membutuhkan pendekatan yang terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk memulai bisnis template digital Anda.

1. Identifikasi Niche dan Target Pasar
Langkah pertama dan paling krusial adalah memahami siapa yang akan Anda layani dan masalah apa yang akan Anda selesaikan. Jangan mencoba melayani semua orang. Fokus pada niche tertentu. Misalnya:
- Niche: Pemilik usaha kecil yang baru memulai di Instagram.
- Masalah: Sulit membuat konten visual yang menarik dan konsisten tanpa keahlian desain.
- Solusi: Template Instagram Stories dan Postingan yang mudah diedit di Canva dengan tema bisnis.
Lakukan riset pasar. Siapa kompetitor Anda? Apa yang mereka tawarkan? Apa celah di pasar yang bisa Anda isi?
2. Riset dan Validasi Ide Template
Setelah niche ditentukan, gali lebih dalam ide template spesifik. Gunakan alat riset kata kunci (seperti Google Keyword Planner, Ahrefs, Ubersuggest) untuk melihat apa yang dicari orang. Perhatikan tren di platform seperti Pinterest, Etsy, Creative Market. Validasi ide Anda dengan:
- Melihat produk terlaris di marketplace.
- Bergabung dengan grup online target pasar Anda dan perhatikan pertanyaan/kebutuhan mereka.
- Membuat survei kecil untuk mengukur minat.
Pastikan ada permintaan yang cukup untuk ide template Anda.
3. Desain Template Berkualitas Tinggi dan Fungsional
Ini adalah jantung dari bisnis Anda. Template harus tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan mudah digunakan oleh target pasar Anda. Beberapa pertimbangan:
- Pilih Platform yang Tepat: Apakah template Anda akan dibuat di Canva, Adobe Illustrator, Notion, Figma, atau platform lain? Sesuaikan dengan target audiens Anda.
- Desain yang Konsisten: Pertahankan gaya visual yang kohesif dalam satu paket template.
- Kemudahan Kustomisasi: Pastikan elemen-elemen template mudah diedit (font, warna, gambar, teks). Berikan instruksi yang jelas jika perlu.
- Unik dan Bernilai: Apa yang membuat template Anda berbeda dari yang lain? Tawarkan nilai lebih yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
- Uji Coba: Minta teman atau beta tester untuk mencoba template Anda sebelum diluncurkan untuk menemukan potensi masalah.
4. Buat Mockup dan Deskripsi Produk yang Menarik
Karena produk Anda digital, visualisasi sangat penting. Buat mockup yang indah dan realistis yang menunjukkan bagaimana template akan terlihat saat digunakan. Gunakan gambar berkualitas tinggi yang menarik perhatian.
Deskripsi produk harus:
- Jelas dan Informatif: Jelaskan secara detail apa yang akan didapatkan pelanggan.
- Fokus pada Manfaat: Jangan hanya daftar fitur, tetapi jelaskan bagaimana template akan memecahkan masalah atau meningkatkan kehidupan pelanggan.
- Gunakan Kata Kunci SEO: Sertakan kata kunci relevan agar produk Anda mudah ditemukan di platform penjualan atau mesin pencari.
- Sertakan Instruksi Jelas: Bagaimana cara mengunduh, mengedit, dan menggunakan template.
- Lisensi: Jelaskan jenis lisensi (pribadi/komersial) dan batasan penggunaannya.
5. Pilih Platform Penjualan yang Tepat
Ada beberapa pilihan untuk menjual template digital, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya:
- Marketplace:
- Etsy: Sangat populer untuk produk digital kreatif dan kerajinan tangan. Audiens yang besar dan siap membeli.
- Creative Market: Dikhususkan untuk desainer dan kreator, dengan audiens profesional.
- Gumroad: Platform sederhana untuk menjual berbagai produk digital, dengan kontrol lebih besar atas branding.
- Envato Elements/GraphicRiver: Marketplace besar untuk aset desain profesional.
Kelebihan: Akses ke audiens yang sudah ada, infrastruktur pembayaran dan pengiriman file yang siap pakai.
Kekurangan: Kompetisi tinggi, biaya komisi, kontrol branding yang terbatas. - Toko Online Sendiri (Self-hosted):
- Shopify: Platform e-commerce lengkap dengan banyak fitur, namun ada biaya bulanan.
- WooCommerce (WordPress): Solusi e-commerce gratis (selain hosting) yang terintegrasi dengan WordPress.
Kelebihan: Kontrol penuh atas branding, harga, dan pengalaman pelanggan; tidak ada komisi per penjualan (kecuali biaya payment gateway).
Kekurangan: Membutuhkan upaya pemasaran yang lebih besar untuk menarik traffic; setup awal bisa lebih kompleks.
6. Strategi Pemasaran dan Promosi
Memiliki produk hebat tidak cukup; orang harus tahu tentangnya. Beberapa strategi pemasaran:
- Media Sosial: Manfaatkan Instagram, Pinterest, TikTok untuk menampilkan template Anda secara visual. Gunakan hashtag yang relevan. Buat tutorial singkat penggunaan template.
- SEO: Optimalkan listing produk Anda dengan kata kunci yang relevan. Jika Anda memiliki toko sendiri, optimalkan website Anda.
- Email Marketing: Kumpulkan email pelanggan dan kirimkan buletin tentang produk baru, diskon, atau tips penggunaan template.
- Blogging/Konten Edukasi: Buat artikel atau video yang relevan dengan niche Anda dan promosikan template Anda sebagai solusi.
- Kolaborasi: Bekerja sama dengan influencer atau kreator lain di niche Anda.
- Iklan Berbayar: Pertimbangkan Google Ads atau iklan media sosial jika Anda memiliki anggaran.
7. Berikan Dukungan Pelanggan yang Baik
Pelanggan yang puas cenderung kembali dan merekomendasikan produk Anda. Pastikan Anda responsif terhadap pertanyaan, membantu dengan masalah teknis, dan bersedia menerima umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang. Sediakan FAQ yang jelas untuk mengatasi pertanyaan umum.
8. Iterasi dan Pembaruan Produk
Pasar digital terus berubah. Perbarui template Anda secara berkala agar tetap relevan dengan tren desain terbaru atau perubahan platform (misalnya, fitur baru di Canva). Dengarkan umpan balik pelanggan untuk membuat versi yang lebih baik atau menciptakan template baru yang menjawab kebutuhan mereka.
Tips & Best Practices untuk Sukses Menjual Template Digital
Meskipun langkah-langkah di atas adalah fondasi, ada beberapa tips dan praktik terbaik yang dapat mempercepat kesuksesan Anda dalam bisnis template digital.
- Fokus pada Kualitas dan Kemudahan Penggunaan: Ini tidak bisa ditawar. Template yang buruk akan menyebabkan ulasan negatif dan penjualan yang rendah. Prioritaskan desain yang cantik, bersih, dan sangat mudah digunakan.
- Spesialisasi pada Niche Tertentu: Lebih baik menjadi ahli di satu bidang daripada mencoba menjadi rata-rata di banyak bidang. Fokus pada niche akan membantu Anda memahami audiens lebih dalam dan membuat produk yang sangat relevan.
- Buat Branding yang Konsisten: Dari nama toko, logo, hingga gaya desain template Anda, pastikan semuanya memiliki estetika yang kohesif. Ini membantu membangun pengenalan dan kepercayaan.
- Optimalkan untuk SEO di Mana Saja: Tidak hanya di Google, tetapi juga di dalam marketplace seperti Etsy atau Creative Market. Gunakan kata kunci relevan di judul, deskripsi, dan tag produk Anda.
- Tawarkan Bundle atau Upsell: Setelah pelanggan membeli satu template, tawarkan paket template yang terkait atau versi premium dengan fitur tambahan. Ini dapat meningkatkan nilai rata-rata transaksi.
- Manfaatkan Umpan Balik Pelanggan: Perhatikan ulasan dan komentar. Ini adalah data berharga yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan produk yang sudah ada atau mengembangkan ide template baru.
- Tetap Up-to-Date dengan Tren Desain: Industri desain terus berevolusi. Ikuti blog desain, majalah, dan influencer untuk memastikan template Anda tetap segar dan relevan.
- Buat Konten Edukasi Terkait Template Anda: Buat postingan blog, video YouTube, atau reels Instagram yang menunjukkan cara menggunakan template Anda, memberikan tips desain, atau menjelaskan manfaatnya. Ini membangun nilai dan menarik calon pembeli.
- Bangun Komunitas: Libatkan diri dengan audiens Anda melalui media sosial atau grup khusus. Ini akan membangun loyalitas dan menciptakan “advokat” untuk merek Anda.
Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya dalam Bisnis Template Digital
Banyak pemula melakukan kesalahan yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis template digital mereka. Mengenali dan menghindari kesalahan ini dapat menyelamatkan Anda banyak waktu dan frustrasi.

1. Mengabaikan Riset Pasar
Kesalahan: Membuat template berdasarkan asumsi atau preferensi pribadi tanpa memeriksa apakah ada permintaan di pasar.
Cara Menghindari: Lakukan riset niche dan validasi ide secara menyeluruh. Gunakan data, bukan hanya insting. Perhatikan apa yang dijual laris oleh kompetitor dan apa yang mereka lewatkan.
2. Kualitas Desain yang Kurang
Kesalahan: Menjual template dengan desain yang terlihat amatir, sulit diedit, atau tidak profesional.
Cara Menghindari: Investasikan waktu untuk belajar prinsip desain yang baik. Gunakan alat yang tepat. Mintalah ulasan dari desainer lain atau teman sebelum meluncurkan. Kualitas adalah raja dalam produk digital.
3. Deskripsi Produk yang Tidak Jelas atau Menyesatkan
Kesalahan: Deskripsi yang tidak menjelaskan apa yang didapat pelanggan, bagaimana cara menggunakannya, atau apa batasan lisensinya.
Cara Menghindari: Buat deskripsi yang komprehensif, jujur, dan mudah dipahami. Sertakan semua informasi penting dan FAQ di halaman produk.
4. Tidak Mempromosikan Produk
Kesalahan: Berharap produk akan laku sendiri hanya karena diunggah ke marketplace.
Cara Menghindari: Pemasaran adalah kunci. Aktif di media sosial, optimalkan listing untuk SEO, pertimbangkan iklan, dan berinteraksi dengan audiens Anda. Produk terbaik pun tidak akan laku jika tidak ada yang mengetahuinya.
5. Mengabaikan Dukungan Pelanggan
Kesalahan: Lambat merespons pertanyaan atau keluhan pelanggan, atau tidak memberikan solusi.
Cara Menghindari: Prioritaskan layanan pelanggan. Respons cepat, ramah, dan membantu dapat mengubah pengalaman negatif menjadi positif dan membangun loyalitas.
6. Harga yang Tidak Kompetitif atau Tidak Tepat
Kesalahan: Menetapkan harga terlalu tinggi sehingga tidak ada yang membeli, atau terlalu rendah sehingga meremehkan nilai pekerjaan Anda.
Cara Menghindari: Lakukan riset harga kompetitor. Pertimbangkan nilai yang Anda tawarkan, waktu yang dihabiskan, dan target pasar Anda. Anda bisa memulai dengan harga perkenalan dan menyesuaikannya. Tawarkan berbagai opsi harga (misalnya, template tunggal vs. bundle).
7. Melanggar Hak Cipta atau Lisensi
Kesalahan: Menggunakan font, gambar, atau elemen desain berhak cipta tanpa lisensi yang sesuai.
Cara Menghindari: Selalu gunakan aset yang memiliki lisensi komersial yang jelas atau yang Anda buat sendiri. Pahami ketentuan lisensi platform tempat Anda menjual.
Studi Kasus/Contoh Penerapan: Kisah Sukses Penjual Template Digital
Mari kita lihat contoh fiktif namun realistis tentang bagaimana seseorang bisa sukses dengan strategi ini.
Nama: Sarah, seorang desainer grafis lepas yang merasa lelah menukarkan waktu demi uang dengan proyek-proyek klien yang tak ada habisnya.
Awal Mula: Sarah melihat banyak pemilik usaha kecil di Instagramnya kesulitan membuat konten visual yang menarik dan konsisten. Mereka sering menggunakan desain yang sama, atau tidak memiliki waktu/keahlian untuk membuat sendiri. Sarah menyadari ada celah pasar yang besar di sana.
Identifikasi Niche: Sarah memutuskan untuk fokus pada “Template Media Sosial Canva untuk UMKM di Bidang Kuliner”. Niche ini spesifik, dan dia tahu betul masalah yang dihadapi target pasarnya (misalnya, promosi menu baru, diskon, event khusus).
Riset dan Pengembangan: Dia menghabiskan beberapa minggu meriset tren desain kuliner, kata kunci yang dicari, dan jenis postingan yang paling banyak berinteraksi. Dia kemudian merancang set pertama template Instagram (postingan dan stories) yang mudah diedit di Canva. Setiap template dirancang dengan estetika modern, placeholder untuk foto makanan, dan ruang untuk teks promosi.
Platform Penjualan: Sarah memilih Etsy karena audiensnya yang besar dan tertarik pada produk kreatif. Dia juga membangun toko Gumroad sederhana untuk menguji kontrol branding yang lebih besar.

Pemasaran Awal: Sarah membuat akun Pinterest khusus untuk menampilkan mockup template-nya. Dia juga rutin membagikan tips desain dan tutorial singkat di Instagramnya, seringkali menggunakan potongan template sebagai contoh. Dia menawarkan satu set template gratis (lead magnet) sebagai imbalan untuk alamat email, membangun daftar emailnya.
Peluncuran dan Pertumbuhan: Peluncuran awalnya cukup baik. Pelanggan pertama memberikan ulasan positif. Sarah terus membuat set template baru untuk niche kuliner (misalnya, “Template Promo Ramadhan”, “Template Resep Harian”). Dia juga mulai membuat template Notion untuk manajemen resep dan inventaris dapur bagi pemilik kafe.
Penghasilan Pasif: Setelah 6 bulan, Sarah mulai melihat pendapatan pasif yang stabil, rata-rata Rp 5-7 juta per bulan, hanya dari penjualan template di Etsy dan Gumroad. Pekerjaan utamanya kini adalah membuat template baru, merespons pertanyaan pelanggan (yang sebagian besar sudah terjawab di FAQ-nya), dan mengelola strategi pemasarannya.
Dampak: Sarah tidak lagi terikat pada jam kerja klien. Dia memiliki kebebasan untuk bepergian, menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya, dan bahkan mulai mengembangkan kursus online tentang “Desain Canva untuk Bisnis Kuliner”, memanfaatkan otoritas yang telah ia bangun melalui template-nya.
Kisah Sarah menunjukkan bahwa dengan riset yang tepat, desain berkualitas, platform yang strategis, dan pemasaran yang konsisten, strategi “Desain Sekali, Jual Berkali-kali” dapat menjadi jalan menuju kebebasan finansial dan kreativitas yang tak terbatas.
FAQ
Q1: Apa itu template digital dan mengapa saya harus menjualnya?
A1: Template digital adalah file pra-desain yang dapat diedit dan digunakan oleh orang lain untuk berbagai tujuan (misalnya, template media sosial, presentasi, perencanaan). Anda harus menjualnya karena ini adalah model bisnis yang sangat skalabel, memungkinkan Anda menghasilkan pendapatan pasif, memiliki biaya awal yang rendah, dan memberikan fleksibilitas waktu serta lokasi yang tinggi. Anda mendesain sekali, tetapi menjualnya berkali-kali.
Q2: Platform apa yang terbaik untuk menjual template digital?
A2: Pilihan platform terbaik tergantung pada tujuan dan tingkat kontrol yang Anda inginkan. Untuk memulai dengan cepat dan menjangkau audiens yang sudah ada, marketplace seperti Etsy, Creative Market, atau Gumroad adalah pilihan yang bagus. Jika Anda menginginkan kontrol penuh atas branding dan pengalaman pelanggan, membangun toko online sendiri dengan Shopify atau WooCommerce bisa menjadi pilihan yang lebih baik, meskipun membutuhkan upaya pemasaran yang lebih besar.
Q3: Bagaimana cara menentukan harga template digital saya?
A3: Penentuan harga harus mempertimbangkan beberapa faktor: nilai yang Anda berikan kepada pelanggan, biaya waktu dan upaya Anda dalam pembuatan, harga kompetitor di niche yang sama, dan target pasar Anda. Anda bisa memulai dengan riset harga di marketplace, menawarkan berbagai paket (misalnya, template tunggal, bundle, versi premium), dan bersedia menyesuaikan harga berdasarkan umpan balik dan kinerja penjualan.
Q4: Apakah saya perlu keahlian desain tingkat lanjut untuk membuat template?
A4: Tidak selalu. Meskipun keahlian desain tingkat lanjut akan sangat membantu, banyak template populer dibuat menggunakan alat yang relatif mudah dipelajari seperti Canva atau Notion. Yang terpenting adalah kemampuan untuk memahami kebutuhan target pasar Anda, menciptakan desain yang fungsional, estetis, dan mudah digunakan. Kualitas dan nilai lebih penting daripada tingkat kerumitan desain.
Q5: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mulai menghasilkan uang dari template digital?
A5: Ini bervariasi. Beberapa orang mungkin melihat penjualan dalam hitungan hari atau minggu setelah peluncuran, sementara yang lain membutuhkan beberapa bulan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam membuat template berkualitas, strategi pemasaran yang efektif, dan kesabaran. Pendapatan pasif yang signifikan biasanya membutuhkan waktu untuk dibangun, seperti bisnis lainnya.
Kesimpulan
Strategi “Desain Sekali, Jual Berkali-kali” melalui penjualan template digital adalah salah satu peluang paling menarik di era ekonomi kreator saat ini. Ini menawarkan jalan yang nyata menuju kebebasan finansial, memungkinkan Anda memanfaatkan keahlian desain dan kreativitas Anda untuk membangun sumber pendapatan yang tidak terbatas oleh jam kerja atau lokasi geografis.
Dari potensi penghasilan pasif yang tak terbatas, skalabilitas yang luar biasa, hingga fleksibilitas gaya hidup, manfaat menjual template digital sangatlah banyak. Namun, seperti halnya bisnis lainnya, kesuksesan tidak datang tanpa usaha. Dibutuhkan riset pasar yang cermat, dedikasi untuk menciptakan produk berkualitas tinggi, strategi pemasaran yang efektif, dan komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi.
Jangan biarkan ketakutan akan hal yang tidak diketahui menghalangi Anda. Mulailah dengan langkah kecil, fokus pada niche yang Anda pahami, dan terus tingkatkan produk Anda berdasarkan umpan balik. Ingatlah, setiap template yang Anda buat adalah investasi di masa depan Anda, sebuah aset digital yang akan terus bekerja untuk Anda, lama setelah Anda selesai mendesainnya. Jadi, saatnya mengambil pena digital Anda, nyalakan kreativitas Anda, dan mulailah perjalanan Anda menuju “Desain Sekali, Jual Berkali-kali”!


