Contoh Funnel Sederhana untuk Jualan Ebook, Kelas, dan Template Digital

Pengertian/Ikhtisar

Apa Itu Funnel Penjualan?

Secara sederhana, funnel penjualan (atau sales funnel) adalah serangkaian langkah terstruktur yang mengarahkan calon pelanggan (prospek) dari tahap awal mengenal produk atau merek Anda, hingga akhirnya melakukan pembelian. Bayangkan sebuah corong: lebar di bagian atas, tempat banyak orang masuk, dan menyempit di bagian bawah, tempat hanya sebagian kecil yang keluar sebagai pembeli.

Setiap tahapan dalam funnel dirancang untuk menyaring dan mengedukasi prospek, membangun kepercayaan, dan mengatasi keberatan, sehingga mereka semakin siap untuk membuat keputusan pembelian. Model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) adalah kerangka dasar yang sering digunakan untuk menggambarkan tahapan ini, meskipun funnel modern seringkali lebih kompleks dengan tahapan pasca-pembelian seperti retensi dan advokasi.

Mengapa Funnel Penting untuk Produk Digital?

Produk digital seperti ebook, kelas online, dan template memiliki karakteristik unik yang membuat funnel penjualan menjadi sangat vital:

  • Skalabilitas Tinggi: Setelah dibuat, produk digital dapat dijual berkali-kali tanpa biaya produksi tambahan yang signifikan. Funnel memungkinkan penjualan otomatis dalam skala besar.
  • Otomatisasi: Sebagian besar proses dalam funnel (mulai dari menarik prospek hingga pengiriman produk) dapat diotomatisasi, membebaskan waktu Anda untuk fokus pada pengembangan produk atau strategi lainnya.
  • Membangun Hubungan: Funnel yang dirancang dengan baik tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada pemberian nilai dan pembangunan hubungan dengan audiens, yang krusial untuk penjualan berulang dan loyalitas merek.
  • Prediktabilitas: Dengan data yang terkumpul dari funnel, Anda dapat memprediksi performa penjualan, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas.
  • Mengatasi Keraguan: Karena produk digital seringkali tidak berwujud, prospek mungkin memiliki keraguan. Funnel membantu mengedukasi mereka dan membangun kepercayaan melalui serangkaian interaksi bernilai.

Manfaat/Keunggulan

Menerapkan funnel penjualan yang terencana dengan baik menawarkan berbagai keunggulan signifikan bagi kreator dan pebisnis produk digital:

Peningkatan Konversi Penjualan

Dengan memandu calon pelanggan melalui perjalanan yang logis, funnel memastikan bahwa pesan yang relevan disampaikan pada waktu yang tepat. Ini mengurangi friksi dan kebingungan, sehingga peluang prospek untuk berubah menjadi pembeli jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode promosi acak.

Otomatisasi Proses Pemasaran dan Penjualan

Salah satu manfaat terbesar adalah kemampuan untuk mengotomatisasi sebagian besar proses. Dari pengiriman lead magnet, rangkaian email edukasi, hingga notifikasi pembelian, semuanya bisa berjalan secara otomatis. Ini berarti funnel Anda bekerja 24/7, bahkan saat Anda tidur, berlibur, atau fokus pada proyek lain, sehingga menghemat waktu dan sumber daya yang berharga.

Pemahaman Lebih Baik tentang Perjalanan Pelanggan

Setiap tahapan dalam funnel dapat diukur dan dianalisis. Anda dapat melihat di mana prospek banyak berhenti, bagian mana dari pesan Anda yang paling efektif, atau apa yang menjadi penghalang. Pemahaman mendalam ini memungkinkan Anda untuk terus mengoptimalkan funnel, menghilangkan hambatan, dan menyempurnakan strategi untuk hasil yang lebih baik.

Membangun Loyalitas dan Kepercayaan Audiens

Funnel yang efektif tidak langsung “menjual.” Sebaliknya, ia berfokus pada pemberian nilai di awal, seperti melalui lead magnet gratis atau konten edukatif. Pendekatan ini membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata audiens Anda, menjadikan mereka lebih reseptif terhadap penawaran Anda di kemudian hari dan berpotensi menjadi pelanggan setia.

Skalabilitas Bisnis dengan Mudah

Setelah funnel Anda terbukti bekerja, Anda dapat dengan mudah meningkatkan skala. Anda bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk iklan yang mengarahkan trafik ke bagian atas funnel, atau mereplikasi funnel untuk produk digital lain. Ini membuka pintu bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan terukur tanpa perlu membangun sistem penjualan dari nol setiap saat.

“Funnel penjualan adalah arsitektur di balik kesuksesan penjualan produk digital. Tanpanya, Anda hanya berharap; dengan funnel, Anda membangun.”

Langkah-langkah / Cara Menerapkan

Membangun funnel penjualan sederhana untuk produk digital tidak serumit yang dibayangkan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang bisa Anda ikuti:

Tahap 1: Menarik Perhatian (Awareness)

Ini adalah bagian teratas dari corong, tempat Anda menjangkau calon pelanggan dan membuat mereka sadar akan keberadaan Anda dan solusi yang Anda tawarkan.

Contoh Funnel Sederhana untuk Jualan Ebook, Kelas, dan Template Digital

Identifikasi Target Audiens Anda

  • Siapa mereka? Demografi (usia, jenis kelamin, lokasi), minat, pekerjaan.
  • Masalah apa yang mereka hadapi? Apa kesulitan, frustrasi, atau tujuan yang ingin mereka capai yang produk Anda bisa bantu?
  • Di mana mereka berkumpul online? Media sosial apa yang mereka gunakan? Blog apa yang mereka baca?

Buat “Lead Magnet” yang Tak Tertahankan

Lead magnet adalah sesuatu yang bernilai tinggi yang Anda berikan secara gratis sebagai imbalan atas informasi kontak (biasanya alamat email) calon pelanggan. Ini harus relevan dengan produk utama Anda dan menyelesaikan masalah kecil secara instan.

  • Contoh untuk Ebook: Mini-ebook gratis, checklist, template, daftar sumber daya.
  • Contoh untuk Kelas: Webinar gratis, sesi uji coba gratis, daftar isi kelas lengkap, bab pertama kelas.
  • Contoh untuk Template Digital: Template gratis versi dasar, panduan penggunaan template, daftar 10 template terbaik.

Pastikan lead magnet Anda mudah dikonsumsi dan memberikan nilai nyata.

Strategi Promosi Lead Magnet

Sebarkan lead magnet Anda ke mana pun target audiens Anda berada:

  • Media Sosial: Posting organik, iklan berbayar (Facebook/Instagram Ads, TikTok Ads).
  • Blog Post: Sisipkan di dalam artikel yang relevan, atau buat artikel khusus tentang lead magnet Anda.
  • YouTube: Buat video yang mempromosikan lead magnet dan tautkan ke landing page.
  • SEO: Optimalkan konten Anda agar ditemukan melalui pencarian Google.
  • Forum/Komunitas Online: Bagikan di grup yang relevan (dengan izin admin).

Tahap 2: Membangun Minat (Interest)

Setelah mendapatkan perhatian mereka, Anda perlu memupuk minat dan mulai membangun hubungan.

Landing Page Opt-in yang Efektif

Ini adalah halaman web tempat calon pelanggan mendarat setelah mengklik promosi lead magnet Anda. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan email mereka.

  • Headline Kuat: Langsung ke inti manfaat lead magnet.
  • Manfaat Jelas: Jelaskan apa yang akan mereka dapatkan dan masalah apa yang akan terpecahkan.
  • Formulir Sederhana: Minta hanya informasi yang benar-benar diperlukan (nama dan email).
  • CTA (Call to Action) Menarik: Tombol yang jelas dan persuasif (misalnya, “Dapatkan Ebook Gratis Sekarang”, “Unduh Template Anda”).
  • Visual Menarik: Gunakan gambar atau video yang relevan.

Rangkaian Email Selamat Datang (Welcome Sequence)

Setelah mereka opt-in, kirim serangkaian email otomatis untuk menyambut, memberikan nilai, dan mulai memperkenalkan diri Anda.

  • Email 1 (Segera): Kirim lead magnet yang dijanjikan. Ucapkan terima kasih dan sambut mereka.
  • Email 2 (1-2 hari kemudian): Kenalkan diri Anda/merek Anda. Ceritakan kisah singkat tentang mengapa Anda membuat produk ini atau masalah yang ingin Anda pecahkan.
  • Email 3 (2-3 hari kemudian): Berikan nilai tambahan (tips cepat, studi kasus singkat, kutipan inspiratif). Mulai kaitkan dengan masalah yang produk utama Anda pecahkan.
  • Email 4 (2-3 hari kemudian): Mulai transisi ke penawaran produk utama Anda, tanpa langsung menjual. Bangun rasa penasaran dan keinginan.

Tahap 3: Membangkitkan Keinginan (Desire)

Pada tahap ini, Anda ingin mengubah minat menjadi keinginan yang kuat untuk memiliki produk utama Anda.

Konten Edukasi dan Storytelling

Lanjutkan memberikan nilai dan membangun kredibilitas. Gunakan berbagai format konten:

  • Blog Post: Artikel mendalam yang memperkuat masalah dan menawarkan sekilas solusi yang lebih komprehensif (yang ada di produk utama Anda).
  • Video: Tutorial singkat, demo produk, atau behind-the-scenes.
  • Testimonial/Studi Kasus: Ceritakan bagaimana produk Anda telah membantu orang lain.
  • Webinar/Workshop Gratis (opsional): Berikan nilai tinggi secara langsung, lalu tawarkan produk utama di akhir.

Penawaran Produk Utama

Setelah membangun keinginan, saatnya untuk secara eksplisit memperkenalkan produk utama Anda. Ini bisa melalui email khusus atau di akhir konten edukasi.

  • Jelaskan Fitur dan Manfaat: Jangan hanya daftar fitur, fokus pada bagaimana fitur tersebut memecahkan masalah atau mewujudkan keinginan.
  • Sertakan Bukti Sosial: Testimonial, rating, jumlah pembeli.
  • Ciptakan Urgensi/Kelangkaan (opsional): Penawaran diskon terbatas waktu, bonus eksklusif untuk pembeli awal.

Tahap 4: Mengajak Bertindak (Action)

Ini adalah puncak funnel, di mana prospek akhirnya melakukan pembelian.

Halaman Penjualan (Sales Page) yang Kuat

Ini adalah halaman yang didedikasikan untuk menjual produk Anda. Harus sangat persuasif dan menghilangkan semua keraguan.

  • Headline yang Mengguncang: Langsung ke poin masalah dan solusi.
  • Identifikasi Masalah: Jelaskan rasa sakit atau tantangan yang dihadapi target audiens.
  • Presentasikan Solusi: Perkenalkan produk Anda sebagai jawaban.
  • Detail Produk: Jelaskan apa yang ada di dalamnya (daftar isi ebook, modul kelas, fitur template).
  • Manfaat & Hasil: Apa yang akan didapatkan pembeli setelah menggunakan produk Anda.
  • Testimonial & Bukti Sosial: Bukti bahwa produk Anda berhasil untuk orang lain.
  • FAQ: Jawab pertanyaan umum untuk menghilangkan keberatan.
  • Harga & Garansi: Tampilkan harga dengan jelas dan tawarkan garansi jika ada.
  • CTA yang Jelas: Tombol beli yang menonjol (misalnya, “Beli Ebook Sekarang”, “Daftar Kelas Ini”).

Proses Checkout yang Sederhana

Pastikan proses pembelian semudah mungkin untuk menghindari “keranjang ditinggalkan” (cart abandonment).

Contoh Funnel Sederhana untuk Jualan Ebook, Kelas, dan Template Digital
  • Minimalisir Langkah: Jangan minta terlalu banyak informasi.
  • Opsi Pembayaran Beragam: Sediakan metode pembayaran yang populer (transfer bank, e-wallet, kartu kredit).
  • Indikator Keamanan: Tampilkan logo keamanan (SSL, verified by Visa/Mastercard).

Follow-up Pasca-Pembelian (Upsell/Downsell)

Setelah pembelian, jangan berhenti di situ:

  • Email Konfirmasi: Kirim detail pembelian dan akses produk.
  • Tawarkan Upsell/Downsell: Tawarkan produk tambahan yang relevan (misalnya, template premium setelah pembelian ebook, atau kelas lanjutan setelah kelas dasar).
  • Minta Review/Testimonial: Dorong pembeli untuk meninggalkan ulasan positif.
  • Tawarkan Dukungan: Beri tahu mereka cara menghubungi jika ada pertanyaan.

Tips & Best Practices

Untuk memastikan funnel Anda bekerja secara optimal, pertimbangkan tips dan praktik terbaik berikut:

Fokus pada Nilai, Bukan Hanya Penjualan

Di setiap tahapan funnel, tanyakan pada diri sendiri: nilai apa yang saya berikan kepada audiens? Funnel yang sukses adalah tentang memberi sebelum meminta. Edukasi, hiburan, dan solusi gratis akan membangun kepercayaan yang esensial.

Personalisasi Komunikasi

Gunakan nama penerima dalam email Anda. Segmentasikan audiens Anda berdasarkan minat atau interaksi mereka dengan konten Anda. Pesan yang terasa personal jauh lebih efektif daripada komunikasi generik.

Ukur dan Analisis Setiap Tahap Funnel

Ini adalah kunci untuk optimasi. Lacak metrik penting seperti:

  • Tingkat Konversi Landing Page: Berapa persen pengunjung yang opt-in?
  • Open Rate & Click-Through Rate (CTR) Email: Seberapa menarik subjek email dan konten Anda?
  • Tingkat Konversi Sales Page: Berapa persen pengunjung sales page yang membeli?
  • Cart Abandonment Rate: Berapa banyak yang memulai checkout tetapi tidak menyelesaikannya?

Gunakan alat seperti Google Analytics, dasbor platform email marketing Anda, atau CRM untuk memantau data ini.

Optimasi Berkelanjutan (A/B Testing)

Jangan pernah berasumsi bahwa funnel Anda sudah sempurna. Lakukan A/B testing secara rutin untuk elemen-elemen kunci:

  • Headline landing page atau sales page.
  • Tombol CTA (teks, warna, posisi).
  • Gambar atau video.
  • Urutan email atau konten di dalamnya.
  • Harga atau penawaran bonus.

Perubahan kecil dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan.

Bangun Kepercayaan dengan Testimonial dan Bukti Sosial

Di era digital, orang cenderung mempercayai rekomendasi dari orang lain. Kumpulkan dan tampilkan testimoni positif dari pelanggan, ulasan, rating, atau studi kasus. Ini adalah validasi sosial yang kuat untuk produk Anda.

Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya

Banyak kreator digital melakukan kesalahan yang dapat merusak efektivitas funnel mereka. Mengenali dan menghindarinya adalah kunci kesuksesan:

Tidak Memiliki Lead Magnet yang Menarik atau Relevan

Kesalahan: Memberikan lead magnet yang tidak bernilai, terlalu generik, atau tidak relevan sama sekali dengan produk utama.
Cara Menghindari: Lakukan riset mendalam tentang masalah dan keinginan audiens Anda. Buat lead magnet yang secara langsung memecahkan satu masalah kecil mereka dan secara alami mengarah ke solusi yang lebih besar (produk utama Anda).

Landing Page yang Buruk atau Tidak Jelas

Kesalahan: Landing page yang ramai, berisi terlalu banyak informasi, tidak memiliki CTA yang jelas, atau lambat dimuat.
Cara Menghindari: Desain landing page agar bersih, fokus pada satu tujuan (mengumpulkan email), gunakan headline yang kuat, dan CTA yang menonjol. Pastikan kecepatan loading cepat dan responsif di perangkat mobile.

Contoh Funnel Sederhana untuk Jualan Ebook, Kelas, dan Template Digital

Tidak Ada Rangkaian Email Otomatis

Kesalahan: Setelah mendapatkan email, prospek tidak mendapatkan komunikasi lanjutan yang terstruktur, atau langsung “diserang” dengan penawaran penjualan.
Cara Menghindari: Rencanakan dan siapkan setidaknya 3-5 email dalam rangkaian selamat datang dan edukasi. Berikan nilai, bangun hubungan, dan perlahan-lahan kenalkan produk Anda sebelum meminta penjualan.

Terlalu Cepat Menawarkan Penjualan (Hard Sell)

Kesalahan: Begitu prospek opt-in, langsung dikirimi email berisi penawaran diskon atau ajakan beli.
Cara Menghindari: Ingat prinsip “memberi sebelum meminta”. Bangun kepercayaan dan berikan nilai terlebih dahulu. Biarkan audiens merasa bahwa Anda memahami masalah mereka dan Anda adalah sumber solusi yang kredibel.

Mengabaikan Analisis Data dan Optimasi

Kesalahan: Mengatur funnel sekali dan tidak pernah memeriksanya lagi, atau tidak melacak metrik penting.
Cara Menghindari: Perlakukan funnel Anda sebagai proyek yang berkelanjutan. Tinjau data secara berkala, identifikasi titik-titik lemah, dan lakukan A/B testing untuk terus meningkatkan performa. Funnel yang sukses selalu dalam proses perbaikan.

Studi Kasus/Contoh Penerapan

Mari kita lihat bagaimana funnel sederhana ini bisa diterapkan dalam skenario nyata:

Studi Kasus: Penjualan Ebook “Panduan Lengkap Copywriting untuk Pemula”

Seorang kreator digital bernama Anya ingin menjual ebooknya tentang copywriting.

  • Target Audiens: Pemilik UMKM, blogger, freelancer, atau siapa pun yang ingin meningkatkan keterampilan menulis persuasif mereka untuk bisnis online.
  • Masalah yang Diselesaikan Ebook: Kesulitan menulis deskripsi produk yang menarik, headline yang lemah, email yang tidak dibaca, dan kurangnya penjualan karena copywriting yang buruk.

Implementasi Funnel:

  1. Tahap Awareness:

    • Lead Magnet: Anya membuat “Checklist Headline Memukau untuk Bisnis Online” atau “Mini-Ebook: 5 Trik Copywriting Kilat untuk Penjualan Instan”.
    • Promosi:
      • Menulis blog post di website-nya: “Mengapa Headline Adalah Kunci Sukses Pemasaran Digital Anda” dan menyisipkan CTA untuk mengunduh checklist.
      • Membuat iklan Instagram dan Facebook yang menargetkan pemilik bisnis online dan blogger, mempromosikan checklist gratis.
      • Berpartisipasi dalam grup Facebook tentang bisnis online, menawarkan checklist sebagai solusi untuk masalah copywriting yang sering muncul.
  2. Tahap Interest:

    • Landing Page Opt-in: Pengunjung diarahkan ke landing page yang bersih, dengan headline “Dapatkan 30+ Contoh Headline Memukau Sekarang!”, menjelaskan manfaat checklist, dan formulir singkat untuk nama dan email.
    • Email Welcome Sequence (3 email):
      • Email 1 (Segera): Mengirimkan checklist. “Selamat datang! Ini Checklist Headline Anda + Bonus!”
      • Email 2 (2 hari kemudian): Mengenalkan Anya dan kisah di balik semangatnya tentang copywriting. “Mengapa Saya Terobsesi dengan Copywriting dan Bagaimana Itu Mengubah Bisnis Saya.”
      • Email 3 (3 hari kemudian): Memberikan tips copywriting singkat yang tidak ada di checklist, menyoroti masalah umum dalam copywriting, dan mulai mengisyaratkan bahwa ada solusi yang lebih komprehensif. “Kesalahan Copywriting yang Sering Dilakukan Pemula (dan Cara Memperbaikinya).”
  3. Tahap Desire:

    • Email Penawaran (2 email):
      • Email 4 (2 hari setelah Email 3): “Siap Menguasai Copywriting dari A-Z? Kenalkan Ebook Panduan Lengkap Copywriting untuk Pemula.” Email ini menjelaskan secara singkat garis besar ebook, manfaatnya, dan masalah apa yang dipecahkan. Menyertakan testimoni singkat.
      • Email 5 (2 hari kemudian): “Tawaran Spesial Terbatas: Dapatkan Bonus Template Email Penjualan!” untuk menciptakan urgensi dan nilai tambah, mendorong mereka untuk melihat sales page.
    • Konten Pendukung: Anya juga memposting di media sosial tentang hasil yang didapatkan oleh orang-orang yang telah menerapkan tips copywriting-nya, mengarahkan mereka ke sales page ebook.
  4. Tahap Action:

    • Sales Page: Halaman penjualan yang persuasif, dengan headline kuat, daftar masalah yang dipecahkan ebook, daftar isi, studi kasus, testimoni, FAQ, harga, dan tombol CTA “Beli Ebook Sekarang”.
    • Proses Checkout: Mudah dan cepat, dengan opsi pembayaran yang bervariasi.
    • Follow-up Pasca-Pembelian:
      • Email konfirmasi pembelian dan link unduh ebook.
      • Tawaran upsell: “Tingkatkan Skill Anda dengan Kelas Online ‘Workshop Copywriting Lanjutan’ Diskon 30% untuk Pembeli Ebook!”
      • Email untuk meminta ulasan setelah seminggu.

Dengan funnel ini, Anya tidak hanya menjual ebook, tetapi juga membangun daftar email yang berharga, membangun kredibilitas, dan menciptakan peluang untuk penjualan produk lain di masa depan.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari funnel?

Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada niche, kualitas produk, efektivitas promosi, dan optimasi berkelanjutan. Beberapa kreator mungkin melihat hasil dalam hitungan minggu, sementara yang lain mungkin memerlukan beberapa bulan untuk mengumpulkan data dan menyempurnakan funnel mereka. Konsistensi dan analisis adalah kuncinya.

2. Apakah funnel ini bisa diterapkan untuk semua jenis produk digital?

Ya, prinsip dasar funnel ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan untuk berbagai jenis produk digital, termasuk ebook, kelas online, template, kursus, langganan, aset digital, dan lainnya. Kuncinya adalah menyesuaikan lead magnet, pesan, dan penawaran agar relevan dengan produk spesifik Anda dan target audiensnya.

3. Apa perbedaan antara lead magnet dan produk utama?

Lead magnet adalah penawaran gratis yang bernilai tinggi, mudah dikonsumsi, dan bertujuan untuk memecahkan masalah kecil secara instan, sebagai imbalan atas informasi kontak. Sedangkan produk utama adalah produk berbayar yang lebih komprehensif, mendalam, dan memecahkan masalah yang lebih besar atau memberikan transformasi yang signifikan.

4. Apakah saya perlu software mahal untuk membuat funnel?

Tidak selalu. Anda bisa memulai dengan alat-alat yang relatif terjangkau atau bahkan gratis. Anda akan membutuhkan platform email marketing (seperti Mailchimp, ConvertKit, GetResponse) dan platform untuk membuat landing page (seperti Leadpages, Elementor di WordPress, atau fitur landing page dari platform email marketing Anda). Banyak pilihan yang ramah budget untuk memulai.

5. Bagaimana cara mengetahui funnel saya bekerja dengan baik?

Anda perlu melacak metrik kunci di setiap tahapan: tingkat konversi landing page, open rate dan click-through rate email, jumlah prospek yang masuk ke tahap selanjutnya, dan tentu saja, tingkat konversi penjualan. Jika angka-angka ini menunjukkan peningkatan atau sesuai dengan target Anda, berarti funnel Anda bekerja dengan baik. Jika tidak, itu adalah sinyal untuk melakukan optimasi.

Kesimpulan

Membangun funnel penjualan sederhana untuk ebook, kelas, dan template digital bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap kreator yang ingin mencapai penjualan yang konsisten dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ini adalah peta jalan yang jelas bagi calon pelanggan Anda, membimbing mereka dari sekadar “mengenal” hingga menjadi “pembeli yang loyal”.

Dengan fokus pada pemberian nilai di setiap tahapan, mengotomatisasi proses yang berulang, dan secara aktif menganalisis serta mengoptimasi performa, Anda dapat menciptakan sebuah mesin penjualan yang bekerja untuk Anda 24/7. Ingatlah bahwa funnel yang efektif adalah tentang membangun hubungan, memahami audiens, dan menyediakan solusi yang mereka butuhkan. Jangan biarkan produk digital Anda hanya tersimpan di hard drive; berikan ia kesempatan untuk menjangkau audiens yang tepat melalui funnel yang terencana dengan baik. Mulailah membangun funnel Anda hari ini, dan saksikan bagaimana upaya Anda berbuah manis.

Baca Juga: